Niat Puasa Sunnah Dan Bacaan Doa Sholat

Khutbah Idul Adha Terbaru Dengan Tema Anugrah Dibalik Pengorbanan

ANUGRAH DIBALIK PENGORBANAN

H.Achef Noor Mubarok
KHUTBAH IEDUL ADHA

الخطبة الاولى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ،اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْد.
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وقتا لعباده لفعل المأمورات وترك المنهيات - وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وله صفات كمالات الألوهيات - وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أرسله الله للعالمين رحمة - الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ والارشادات- اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ والجهات.أمَّابعْدُ،
فيَا أَيُّهَا النَّاسُ - اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ - فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ-


ALLAHU AKBAR 3X
Hari ini adalah hari Kegembiraan Besar bagi ummat Islam seluruh jagat raya ini, maka serara kami lantunkan dan ucapkan Allohu Akbar dengan sebanyak banyaknya.
Kegembiraan Besar ini bukan saja dirasakan oleh segelintir ummat islam , tapi yang kaya akan gembira dengan mampu meberikan kegembiraan kepada orang miskin dan yang miskin pun akan gembira dengan menerima pemberian dari orang orang kaya kepadanya.Dan ini semua harus tahu bahwa Siapa sebenarnya yang memberi kebahagiaan kalo bukan Alloh SWT? Ternyata Kebahagiaan pun milik Alloh,tidak ada jualan kebahagiaan dan tidak bisa pula diperjual belikan,maka mintalah kebahagiaan kepadaNya. Allohu Akbar.

من الله - في الله - الى الله

Segalanya dari Alloh,Semua ada di Bumi Alloh dan semua akan kembali Kepada Alloh.Allohu Akbar.

 khutbah idul adha


Namun ternyata ini semua masih menyimpan berjuta pertanyaan dari berjuta jutanya manusia baik dari orang yang beriman maupun yang belum beriman kepada Alloh tentang bacaan TAKBIR di dua hari IEDUL Fitri ,Iedul QURBAN dan aktifitas ibadah ibadah yang lainya.Perlu kami jelaskan bahwa:
TAKBIR adalah ungkapan pernyataan dan pengakuan akan kebesaran ALLOH SWT.sekaligus sebagai ungkapan pernyataan dan pengakuan atas hina dan kecilnya kita manusia sebagai makhluqnya dihadapan Alloh SWT.Yang semestinya ungkapan TAKBIR ini kita bacakan tak henti hentinya dan tidak terbatas pada dua hari raya ini,karena kata2 TAKBIR ini akan bisa melumpuhkan kesombongan dan keangkuhan manusia dibuka bumi ini ,agar supaya tunduk dan taat kepadaNya, karena tak mungkin ada ketaatan kalau masih ada kesombongan dan keangkuhan dalam diri manusia.
Alasan kongkrit kenapa jin dan manusia harus tunduk dan taat kepadaNya? Yu lihat sebuah ayat

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون الذاريات 56

Tidak kami ciptakan jin dan manusia melaikan hanya untuk menyembahku.
Sedangkan penciptaan Jin dan Manusia ini tak lepas dari rencana Alloh dalam penciptaannya,karena tak ada satu pun yang diciptakan Alloh karena sia sia.Perhatikan ayat ini:

افحسبتم انما خلقناكم عبثا وانتم الينا لا ترجعون المؤمنون 115

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main main tanpa ada maksud,dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

ربنا ما خلقت هذا باطلا ال عمران 191

Ya Tuhan Kami,Tidaklah Engaku menciptakan semua ini sia sia.
Perlu diingat kembali bahwa Kita sebagai manusia bagian dari objek perencanaan Alloh dalam penciptaanNya , akan selaras dan mulus bahkan lolos masuk sorgaNya, jika ada ketundukan dan ketaatan kepadaNya.Nah ungkapan kata kata TAKBIR itulah ( Allohu Akbar ) yang diberengi dengan kesadaran dan keikhlasan,itu bagian dari jembatan menuju Sorganya Alloh lewat ketaatan kepada Alloh SWT. Amin.

ALLAHU AKBAR 3X

Sementara hari raya kurban yang kita peringati tiap tahun tak bisa terlepas dari kisah Nabi Ibrahim sebagaimana terekam dalam Surat ash-Shaffat ayat 99-111. Meskipun, praktik kurban sebenarnya sudah dilaksanakan putra Nabi Adam yakni Qabil dan Habil. Diceritakan bahwa kurban yang diterima adalah kurban Habil bukan Qabil. Itu pun bukan daging atau darah yang Allah terima namun ketulusan hati dan ketakwaan dari si pemberi kurban.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ الحج 37

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (Al-Hajj: 37)
Kendati sejarah kurban sudah berlangsung sejak generasi pertama umat manusia, namun syariat ibadah kurban dimulai dari cerita perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail (‘alaihissalâm). Seorang anak yang ia idam-idamkan bertahun-tahun karena istrinya sekian lama mandul. Dalam Surat ash-Shaffat dijelaskan bahwa semula Nabi Ibrahim berdoa:
 
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ. الصافت 100

“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.”
Allah lalu memberi kabar gembira dengan anugerah kelahiran seorang anak yang amat cerdas dan sabar (ghulâm halîm).

فبشرناه بغلام حليم الصافت 101

Maka kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar.Hanya saja, ketika anak itu menginjak dewasa, Nabi Ibrahim diuji dengan melewati sebuah mimpi.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ الصافات 102

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

ALLAHU AKBAR 3X

Tatkala sang bapak dan anak pasrah kepada ketentuan Allah, Ibrâhîm pun membawa anaknya ke suatu tumpukan pasir. Lalu Ibrâhîm membaringkan Ismail dengan posisi pelipis di atas tanah dan siap disembelih. Atas kehendak Allah, drama penyembelihan anak manusia itu batal dilaksanakan. Allah berfirman dalam ayat berikutnya

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ الصافات 106-111

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

”Hadirin Ibadah kurban tahunan yang umat Islam laksanakan adalah bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah tersebut. Setidaknya ada beberapa pesan yang bisa kita tarik dari kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta ritual penyembelihan hewan kurban secara umum.

Dari sejarah inilah umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah untuk mengingatkan kita semua untuk kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah yang Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzaariyaat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ الذاريات 56

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.”

Hikmah dari ujian Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya adalah keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Keikhlasan menjadi salah satu kunci untuk memperoleh ridha Allah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka.

إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

Artinya: Allah tidak menerima amal, kecuali amal (ibadah) yang dilandasi keikhlasan dan karena mencari keridhaan Allah SWT (HR. Nasa’i)

Dalam berkurban kita harus ikhlas dan siap mengorbankan sebagian harta kita untuk orang lain yang pada hakikatnya perlu kita camkan bahwa semuanya adalah milik Allah SWT. Dikarenakan ibadah kurban adalah untuk Allah SWT maka sudah seharusnya kita memberikan hewan kurban yang terbaik yang kita punya. Prinsip ini akan menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah.

Allohu Akbar 3x

Hikmah lain dari ibadah kurban dapat dilihat dari makna kata kurban itu sendiri. Kurban dalam Bahasa Indonesia berarti dekat. Oleh karena itu, kurban dapat diartikan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui wasilah hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.


Pertama, tentang totalitas kepatuhan kepada Allah subhânau wata’âla. Nabi Ibrahim yang mendapat julukan “khalilullah” (kekasih Allah) mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati di dalam rumah tangganya. Lewat perintah menyembelih Ismail, Allah seolah hendak mengingatkan Nabi Ibrahim bahwa anak hanyalah titipan. Anak—betapapun mahalnya kita menilai—tak boleh melengahkan kita bahwa hanya Allahlah tujuan akhir dari rasa cinta dan ketaatan.

Nabi Ibrahim lolos dari ujian ini. Ia membuktikan bahwa dirinya sanggup mengalahkan egonya untuk tujuan mempertahankan nilai-nilai Ilahi. Dengan penuh ketulusan, Nabi Ibrahim menapaki jalan pendekatan diri kepada Allah sebagaimana makna qurban, yakni pendekatan diri. Sementara Nabi Ismail, meski usianya masih belia, mampu membuktikan diri sebagai anak berbakti dan patuh kepada perintah Tuhannya. Yang menarik, ayahnya menyampaikan perintah tersebut dengan memohon pendapatnya terlebih dahulu, dengan tutur kata yang halus, tanpa unsur paksaan. Atas dasar kesalehan dan kesabaran yang ia miliki, ia pun memenuhi panggilan Tuhannya.

Pelajaran kedua adalah tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah itu di satu sisi kita diingatkan untuk jangan menganggap mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan, namun di sisi lain kita juga diimbau untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia. Penggantian Nabi Ismail dengan domba besar adalah pesan nyata bahwa pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia—sebagaimana yang berlangsung dalam tradisi sejumlah kelompok pada zaman dulu—adalah hal yang diharamkan.Manusia dengan manusia lain sesungguhnya adalah saudara. Mereka dilahirkan dari satu bapak, yakni Nabi Adam ‘alaihissalâm. Seluruh manusia ibarat satu tubuh yang diciptakan Allah dalam kemuliaan. Karena itu membunuh atau menyakiti satu manusia ibarat membunuh manusia atau menyakiti manusia secara keseluruhan. Larangan mengorbankan manusia sebetulnya penegasan kembali tentang luhurnya kemanusiaan di mata Islam dan karenanya mesti dijamin hak-haknya.

ولقد كرمنا بني آدم

Pelajaran yang ketiga yang bisa kita ambil adalah tentang hakikat pengorbanan. Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya. Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila masing-masing manusia sekadar memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain, alangkah kacaunya kehidupan ini.

Orang mesti mengorbankan sedikit waktunya, misalnya, untuk mengantri dalam sebuah loket pejualan tiket, bersedia menghentikan sejenak kendaraannya saat lampu merah lalu lintas menyala, dan lain-lain. Sebab, keserakahan hanya layak dimiliki para binatang. Di sinilah perlunya kita “menyembelih” ego kebinatangan kita, untuk menggapai kedekatan (qurban) kepada Allah, karena esensi kurban adalah solidaritas sesama dan ketulusan murni untuk mengharap keridhaan Allah.

Yang terakhir Pelajaran dari uraian khutbah ini dari peristiwa qurban Nabi Ibrahim terhadap anak kesayangannya Nabi Ismail AS,adalah:
1.Mimpi Rosul adalah Wahyu yang didalamnya ada perintah yang harus dilakukan oleh Nabi Ibrohim.

2.Kesepakatan Nabi Ismail AS dengan Ayahnya Nabi Ibrahim AS,atas berita wahyu itu adalah merupaka simbol bahwa dengan kesepakatan tidak akan ada yang merasa rugi dan tidak akan ada yang dirugikan sama sekali.Dan disana tergambar indahnya mempunyai anak yang shaleh yang selalu taat kepada orang tuanya yang mesti kita sebagai ummat islam harus membangun hal semacam itu.

3.Ketaatan kepada Alloh itu tidak berarti bahwa Alloh menyuruh dzalim dan mendzalimi hambanya, walaupun perintah itu seperti keji bahwa sang ayah harus menyembelih anaknya,padahal itu semua hanya ujian bagi yang beriman.Berarti jangan dulu mengatakan sulit dan berat terhadap perintah Alloh SWT.Laksanakan saja.! Dan ternyata halangan itu hanya tirai saja.

4.Yang indah dibalik tugas dan perintah yang berat itu ternyata Alloh punya rencana dan imbalan yang luar biasa yaitu keselamatan Sang anak yang digantikan dengan seekor kambing dari sorga.Dalam arti tak pernah Alloh menyuruh atau melarang sesuatu hal, pasti dibalik itu ada pahala dan balasan yang disiapkan sesuai dengan yang dilalukan tanpa ada kedzaliman.

5.Bagi kita jangan dulu berprasangka buruk kepada perintah atau larangan dari Alloh,karena makhluq yang mana yang bisa melebihi ke Maha Hebatan,ke Maha Cerdasan dan Ke Maha Besaran Alloh SWT.Allohu Akbar

(*Tak akan ada anugrah tanpa ada pengorbanan)
Wallahu a’lam.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ الآيَةِ وَالذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

الخطبة الثانية

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِين اللّهُمَّ َارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Niat Sholat Rabu Wekasan | Amalan Sholat Lidaf'il Bala / Tolak Bala Disertai Doa Dan Anjurannya

TENTANG ANJURAN SHOLAT RABU WEKASAN  (SHOLAT LIDAF'IL BALA' ATAU SHOLAT TOLAK BALA') Sebagian para ulama mengatakan bahwasanya setiap tahun pada akhir Rabu bulan shafar Allah SWT menurunkan 320.000 ribu bala,cobaan, musibah, ada yang mengatakan  820.000 ribu Bala,cobaan, musibah.

Mari kita sama - sama di hari itu Memperbanyak kebaikan, seperti Sodakoh,jariyyah, infak, ,tahmid,tahlil,istigfar, baca Al quran, solat, berdoa untuk pribadi,nusa,bangsa khusus agama.
  juga barang siapa yang shalat empat raka'at dihari itu, insya Allah dijauhkan dari Mala petaka dan Musibah aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يُصَلُّوْنَ فِيْ آخِرِ الْأَرْبِعَاءِ مِنْ صَفَرَ إِلاَّ نَجَّاهُمُ اللّٰهُ مِنَ الْكَوَارِثِ (هذا الحديث حسن )

←اَلْكَوَارِثُ اي اَلْبَلَايَا

Artinya : Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda :" Tidaklah berkumpul suatu kaum mereka shalat dihari akhir Rabu dari bulan Shafar terkecuali Allah SWT menyelamatkan mereka dari malapetaka-malapetaka/musibah2".

1. ذكر بعض العارفين من اهل الكشف والتمكين انه ينزل في كل سنة ثلاثمائة الف بلية وعشرين الفا من البليات وكل ذلك في يوم الاربعاء الاخير من صفر فيكون ذلك اليوم اصعب ايام السنة. 

Artinya : Diantara para ulama arifiin dan ahli mukasafah berkata Sesungguhnya Allah SWT menurunkan di hari terahir Rabu dari bulan Shafar 320.000 Bala,Malapetaka ( Musibah ) jadi itu hari yang paling rawan,di hawatirkan.

واللّفظ للقضاعي من طريق ابن زكريا عن يحيى بن عياض عن أبي الدبّوس عن صالح بن أبي زكريا بن شميل عن أبيه عن جدّه قال ؛ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : " إِنَّ اللّٰهَ يُنْزِلُ فِيْ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ ثَمَانَمِائَةِ أَلْفٍ وَعِشْرِيْنِ مِنَ الْبَلاَيَا فَمَنْ صَلَّى صَلَاتَهُ عَصَمَهُ اللّٰهُ مِنَ الْبَلاَيَا" (في رواية الإمام عبد الرزّاق في المسند ج ٢ ص: ٢٠٧ والإمام إبن زيد بن علي في المسند ج ١ ص: ٣٤ والقضائي في التّاريخ ج ٩ ص: ٢٠٣ ، أخرجاه شيخنا رضي اللَّه عنه أو كما قال) 

Artinya : Lafadz hadits ini dari Imam Al Qudha'i dari jalan sanad Thariq bin Zakariya dari Yahya bin 'Iyadz dari Abi Ad Dabbus dari Shalih bin Abi Zakariya bin Syumail Dari Ayahnya dari Kakeknya berkata, Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda : " Sesungguhnya Allah SWT menurunkan dihari akhir Rabu dari bulan Shafar 820.000 ribu dari bala' (musibah), Barangsiapa yang shalat dihari Rabu itu maka Allah SWT menjaganya dari pada bala'-bala' dan bencana-bencana/ malapetaka/musibah" (Diriwayatkan Imam Abdur Razzaq didalam Musnad Juz 2 hal: 208, dan Imam Ibnu Zaid bin Ali didalam Musnad Juz 1 hal: 34 dan Al Imam Al Qudha'i didalam Kitab Tarikh Juz 9  hal: 203).

Didalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلىَّ لَيْلَةَ اْلأَرْبِعَاءِ رَكْعَتَيْن
ِ يَقْرَاءُ فِى اْلأُوْلَى فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقْ عَشْرَ مَرَّاتٍ وَفِى الثَّانِيَّةِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ إِذَا سَلَمَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ عَشْرَمَرَّاتٍ ثُمَّ يُصَليِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَشْرَمَرَّاتٍ نَزَل َمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَكْتُبُوْنَ ثَوَابَهُ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ 

Artinya :"Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat."

sholat rabu wekasan lidaf'il bala

TATACARA PELAKSANAANNYA ADALAH:
Niat shalatnya adalah shalat sunnah  mutlak 4 raka'at, atau bisa dengan niat shalat Li daf'il bala' 4 raka'at satu kali salam boleh, tanpa tahiyyatul awwal, dua kali salam juga boleh, di antara bacaan usolinya.

أُصَلِّى سُنَّةً لِدَفْعِ اْلبَلاَء أْرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَاًمًا \مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ .
Atau.
اُصلي سنة المطلق اربع ركعات اماما / ماموما لله تعالي
الله اكبر .

"Aku niat shalat sunnah sebanyak empat raka'at agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala .

Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali.

Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:

أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ   اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .

Menurut sebagian ulama' Al Arif Billah: "Bala' atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam atau hari Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut:

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ 

Peringatan : Ingat Azimah ini /Ayat ini tidak akan memberi keberkahan,kemanfaatan pada kita,  tapi yang memberkan  keberkahan dan kemanfaatan kepada kitatu adalah Allah SWT.

Semoga kita semuanya di jaga di lindungi dan dihindarkan oleh Allah SWT dari berbagai macam musibah dan bencana aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al Fatihah...

Catatan. hari rabu yang ter ahir di taun ini
tgl 29 Shafar 1440 H.
tgl 7 Nop 2018        M.
keterangan ini juga di terangkan dalam kitab.

1. كتاب فتح الملك المجيد
2. جواهر الخامس جلد 2
3. مشكات الانوار جلد 3 
4. الاتحاف جلد         1 


والله اعلم بالصواب، نرجو منكم واصلح الفسد بتاُمل وان بديهة فلا تبدل.

SUMBER:  PMHU  IDF JABAR.

الفقير الحقير معصوم احمد حسن خادم طلبة معهد الاسلامي مفتاح الهدى عثمانية الشيكولي حارة والشياُمس بلدة.

Teks Khutbah Gerhana Matahari Dan Bulan Terbaru Lengkap Dengan Khutbah Ke 1 Dan 2

Khutbah Gerhana Terbaru  yang ter update setiap waktu pastinya banyak dicari dikalangan ustad muda dan para santri yang lagi banyak belajar bagaimana tentang cara khutbah yang baik dan benar serta singkat padat tepat dan cermah heee. bukan khutbah gerhana saja yang kami rangkum di websait ini terkait dengan khutbah-khutbah lainnya seperti khutbah idul fitri khutbah idul adha khutbah istisqo dan khutbah jumat.
berikut khutbah gerhana terbaru dengan persi bahasa sunda.''

Khutbah Ke 1



اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ سَـخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَـخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه شهادة تنجينا من عذاب النار ، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُهُ صاحب الكرامة والنور، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ حبيب المختار وَعَلَى اَلِهِ وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانٍ إلَى دار البوار، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان الكرام، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ.

Hadirin, Kaum Muslimin nu dimulyakeun ku Alloh SWT.

Samagaha atawa Gerhana, ieu kajadian biasa, unggal taun sok aya, dina 5 taun sakali Gerhana Total, hartina ieu kajadian teu aneh, lantaran Bumi, Bulan, Panonpoe maluter, laleumpang, maka Samagaha Bulan nyaeta; Buleudan Bulan kahalangan ku Bumi waktu peuting, hingga cacaang Bulan kahalangan, poek sakeudeung, sabot leumpangna Bumi, Ari samagaha Panonpoe nyaeta; Cahaya Panonpoe kahalangan ku Bulan waktu beurang, maka Bumi poek sakeudeung salila leumpangna Bulan.

Uatamana pikeun urang sadaya, ieu kajadian samagaha janten sarana ibadah, nambihan amal kahadean, ku berjamaah Sholat sareng Khutbah. Tiasa Silaturahmi ngumpul bari dzikir, ngumpul bari munajat ka Alloh SWT. sasarengan babacaan, wiridan, nambihan pepelakan kanggo alaeun jaga di Surga.

Sajabi ti eta, kajadian samagaha sing janten pepeling, peringatan, yen Bumi, Bulan, Panonpoe, jeung sadaya planet katut bintang2 teu aya nu cicing, kabeh maluter, sadayana bergerak, laleumpang dina garis edarna, ieu mangrupi tanda kebesaran Alloh, tanda kakawasaan Alloh, tanda yen Alloh Maha Besar, Allohu Akbar, teu aya batasna.
Nandakeun urang teh leutik, manusa aya di dunya mang juta-juta, malah aya 7 milyar jumlah manusa ayeuna dina Buleudan Bumi nu ieu, sadayana dina aturan Alloh, sadayana ditungtung takdir Alloh, teu aya nu milu ngatur, teu aya nu interfensi kana aturan Alloh.

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar Walillahil Hamdu.

Alloh ngadawuhdina surat Ali Imron ayat 190-191:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ() الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Hartosna; “Saestuna diciptakeun langit jeung Bumi, oge gunta gantina beurang jeung peuting eta jadi tanda kana kakawasaan Alloh pikeun jalma-jalma nu boga akal. Nyaeta jalma nu areling ka Alloh, bari nangtung, bari diuk, bari ngagoler, tafakkur mikiran diciptakeunanana langit jg bumi, Nun Ya Robbana; Gusti Pangeran abdi sadaya, Gusti ngadamel ieu sanes heuheureuyan, maha suci Gusti, mugi abdi sadaya diraksa tina siksa naraka”

Ieu dawuh Alloh jelas pisan kanggo urang sadaya, yen Langit Bumi di damel ku Alloh, aya beurang aya peuting, kudu jadi pikiran, kudu di tafakuran, kudu dikaji secara ilmiyah, da Alloh ngadamelna sanes heureuy, Alloh ngadamelna pikeun kahirupan manusa, manusa dibere akal, maka kudu digunakeun pikeun mikir ieu ciptaan Alloh.

Supaya sadar, yen manusa dijieun pikeun ibadah, manusa diciptakeun pikeun bakti kanu Maha Suci, ieu langit bumi katut eusina siap ngawulaan manusa, siap jadi fasilitas jeung sarana pikeun manusa nu ibadah, manusa nu nyembah ka Alloh.

Tafakkur sanes ngalamun, Tafakkur mah, saperti ningali Laut, kumaha legana laut?, timana caina?, kumaha manfaatna pikeun manusa?, nepika diri sadar, eling, yen Laut teh ciptaan Alloh nu loba manfaatna pikeun manusa, sadar jeung eling yen urang teh diparaban ku Laut, di fasilitasi pikeun transportasi, pikeun rekreasi, tuluy sadar yen ieu fasilitas ti Alloh lain guguyon, tapi karunia nu wajib di syukuran, urang wajib ngahaturkeun nuhun ka Alloh ku ayana laut, bersyukur ku jalan ibadah ka Anjeuna.

Lamun ningali laut kalahka ngalamun, lamun urang bisa ngojay, lamun bisa teuleum, lamun bisa newakan lauk tijero laut, meureun untung gede, tah eta mah ngalamun, sanes tafakkur.

Tina kajadian samagaha ayeuna, ditafakuran, kumaha akbarna Alloh? Kumaha Gagahna Alloh, majukeun Bulan jeung Panonpoe jeung kabeh bentang2 teu tabrakan, angger dina Burujna masing-masing. Maha di atas Maha, Kawasa di atas kawasa, hingga yakin dina hate yen wungkul Alloh nu Maha Perkasa nu wajib di sembah, wungkul Alloh nyalira nu sakti Maha Digjaya, Maha ngersakeun, sagala rupa aya dina katangtuan Alloh.

Najan manusa pinter, bisa mikir, gede tanaga, kawasa di hiji daerah, di hiji nagara, tapi di bere pilek, batuk, asup angin, nyeri awak, tetep neangan dokter, tetep teu walakaya, taya tangan pangawasa, ngajoprak, ngajengjehe, ngagoler dina pangsarean bari menta tulung ka kulawarga ka dulur jeung tatangga.

Mun geus ngarasa gering, ngarasa loba kasakit, ngarasa loba katugenah, ngarasa loba papait, kakara eling ka Alloh, kakara sadar yen diri teh boga Pangeran nu kudu dipuntangan.

Geuwat geura mangpang meungpeung.. meungpeung sehat memeh gering, meungpeung hirup memeh maot, meungpeung beunghar memeh fakir, meungpeung ngora memeh rarempo, meungpeung kuat memeh namru teu walakaya.

Maot ngadodoho, ajal teu aya nu terang, dihin pinasti anyar pinanggih, titis tulis bagja diri, hirup manusa aya dina kulak canggeum nu kawasa.

Samagaha ayeuna sing janten emutan, sing janten jalan tafakur, jalan dzikir, bisi datang kajadian nu leuwih tikieu, da ayeuna mah kakara aya gempa saeutik ge, meni rariweuh, loba nu panik, loba nu cilaka ku polahna sorangan, eta lantaran loba teuing dedengean tina berita, tina Hoak, yen aya Sunami, aya angin Topan Elnino, maka jadi panik, poho kana dzikir, poho kana babacaan, kalaluar ti imah bari sagala diringkid, sieun paur, ku lini, ku gempa.

Ari kitu mun jagat ieu digonjlang ganjling, lini sapuluh menit teu eureun-eureun rek lumpat ka mana? Rek nyumput kamana?, kumaha lamun taneuh nu ditincakna Beulah, gununung rugrug? Aya pang lumpatan?, nya komo mun Qiyamah, Panonpoe, Bulan, Bentang talabrakan, Zulzilatil Ardu Zilzalaha, Na’udzu Billah, mugi urang sadaya diraksa ku Alloh SWT.

Mugi-mugi urang sadaya dipasihan jiwa nu salawasna eling ka Mantena, dipasihan Taufik sareng Hidayah, tiasa ngalaksanakeun sagala parentahna, tiasa nebihan sagala nu dilarang ku Anjeuna, tiasa ngelehkeun nafsu nu ngaberung, tiasa mengkek kahayang, tiasa ngajaga awak tina dosa, tiasa ngajaga soca tina maksiat, tiasa ngajaga biiwir tina ngupat, tiasa ngajaga farji tina zina, tiasa ngajaga sadaya anggota tubuh tina laku nu dilarang ku Alloh.

Ya Alloh, mugi solehkeun abdi sadaya, turunan abdi sadaya, teu aya nu di rindukeun ku abdi sadaya kajabi rohmat sareng maghfiroh Gusti, pasihkeun pangampura Gusti, pasihkeun kanyaah Gusti ka badi sadaya, hingga abdi sadaya tiasa istiqomah di deuheus ka Gusti, tiasa istiqomah dina ibadah, tiasa istiqomah nyepeng agama dugika Husnul Khotimah, Amin Ya Robbal Alamin.

بارك الله لى ولكم بالقرآن العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وأنت أرحم الراحمين


Khutbah Ke 2

أَلْحَمْدُ للهِ، نَحْمَدُه ونستعينُه ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ فَلا هَادِي لَهُ، أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه، اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ الهُدَى الى يوم القيامة. أمَّا بَعْدُ.

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكم وزجر. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وقال تعالى : قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلا تَسْمَعُونَ . قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَداً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلا تُبْصِرُونَ .  وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُّنَادِى لِلْإِيْمَانِ أَنْ آمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا. رَبَّنَا فَغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا شَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ. رَبَّنَا لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَناَ مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّناَ إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيُوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ إِنَّكَ لَاتُخْلِفُ الْمِيْعَاد. رَبَّنَا لَاتُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأنَا. رَبَّنَاوَلَاتَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَاوَلَاتُحَمِّلْنَا مَالَاطَاقَةَ لَناَ بِهِ. وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَناَ وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Sumber  ( KH. Asep Muhammad Tohir SH.)

Khutbah Idul Fitri Terbaru 2018 Singkat Lengkap Bahasa Arab Dan Latinnya


بسم الله الرحمن الرحيم
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر 
 الحمد لله الذى عاد علينا نِعمه فى كل نفس ولمحات وأسبغ علينا ظاهرة وباطنة فى الجلوات والخلوات. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الذى امتن علينا لنشكره بأنواع الذكر والطاعات. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد الأنبياء والمرسلين وسائر البريات. اللهم صل وسلم على سيّدنا محمّد وعلى أله وأصحابه أهل الفضل والكمالات.
الله أكبر أما بعد: أيها الحاضرون! هذا يوم العيد. هذا يوم الفرح. فرح المسلمون لتوفيق الله إياهم باستكمال بلاء ربهم بفرض الصيام مع الترويحات فرح المسلمون بوعد ربهم بغفران ما اجترحوا من السيئات واستحلال بعضهم من بعض فى الحقوق والواجبات.
إخوانى الكرام! فى هذا اليوم حرم الله علينا الصيام بعد أن فرضه علينا جميع الشهر وأخبر أنه فرضه لنكون من المتقين. فمن هذا اليوم ينبغى لنا أن نبعث فى أنفسنا بارتقائها على مراتب التقوى ونهتم بدين ربنا حتى ننال ما وعدنا ربنا حقا.
الله أكبر! إخوانى الكرام! إن الله شرع لنا هذا العيد لنعود الى السمع والطاعة. ونعمل بكتابه بالجد والإجتهاد والقوة. ونبتعد عن التقصير والأعمال كما وقع فى أعوامنا الماضية.
الله أكبر. وقال تعالى: ومن أظلم ممن ذكر بأيات ربه فأعرض عنها ونسى ما قدمت يداه. إنا جعلنا على قلوبهم أكنة أن يفقهوه وفى أذانهم وقرا وإن تدعهم إلى الهدى فلن يهتدوا إذن أبدا.
الله أكبر, إخوانى الكرام! إعلموا أن الله تعالى قد طالبنا فى إقرارنا أن نطيع ونسمع. فقال تعالى ألم ياءن للذين أمنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله وما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون.
الله أكبر. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم. بادروا بالأعمال قبل ان تظهر فتنا كقطع الليل المظلم يصبح الرجل مؤمنا ويمسى كافرا ويمسى مؤمنا ويصبح كافرا. يبيع أحدهم دينه بعرض قليل من الدنيا. رواه مسلم عن أبى هريرة
عِبَادَ اللهِ, اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا اَنَّ هَذَا يَوْمُ عِيْدٍ وَسُرُوْرٍ, وَاِعْتَاقٍ مِنَ النَّارِ وَاُجُوْرٍ.



Ma'asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah
Dengan takbir serta tahmid, kita melepas Ramadan yang insya Allah sudah menempa hati, mengasuh jiwa dan mengasah nalar kita. Dengan takbir serta tahmid, kita melepas bln. suci dengan hati yang perlu penuh berharap, dengan jiwa kuat penuh optimisme, begitu juga beratnya tantangan serta sulitnya kondisi. Ini karna kita mengerti kalau Allah Maha Besar. Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Semuanya kecil serta enteng sepanjang kita dengan Allah. Kita dengan jadi umat Islam serta jadi bangsa, meski mazhab, agama atau pandangan politik kita berlainan. Karna kita semuanya ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita semuanya satu bangsa, satu bhs serta satu tanah air serta kita semuanya sudah setuju ber-Bhineka Tunggal Ika, serta mengerti kalau Islam, bahkan juga agama-agama yang lain, tidak melarang kita berkelompok serta berlainan. Yang dilarang-Nya yaitu berkelompok serta berselisih.

Tujuannya : " Jangan sampai jadi sama dengan beberapa orang yang berkelompok-kelompok serta berselisih dalam maksud, sesudah datang pada mereka bebrapa info. Mereka tersebut yang memperoleh siksa yang pedih. " Sekian Allah berfirman dalam Q. S. Ali ‘Imran ayat 105.
Saudara, keragaman serta ketidaksamaan yaitu keniscayaan yang diinginkan Allah untuk semua makhluk, termasuk juga manusia.

Kalau Allah menginginkan pasti anda dijadikannya satu umat saja, namun (tidak sekian kehendak-Nya). Itu untuk menguji anda menyangkut apa yang dianugerahkan-Nya pada anda. Karenanya berlomba-lombalah dalam kebajikan (Q. S. Al-Maidah ayat 48).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd!

Saudara, saat ini kita beridul fitri. Kata fithri atau fithrah bermakna “asal kejadian”, “bawaan mulai sejak lahir”. Ia yaitu perasaan. Fitri juga bermakna “suci”, karna kita dilahirkan dalam kondisi suci bebas dari dosa. Fithrah juga bermakna “agama” karna keberagamaan mengantar manusia menjaga kesuciannya. Jadi hadapkanlah wajahmu pada agama (Islam) dalam kondisi lurus.

Fitrah Allah yang sudah membuat manusia atasnya. Tak ada perubahan pada ciptaan Allah. Tersebut agama yang lurus ; namun umumnya manusia tidak ketahui. (Q. S. Ar-Rum ayat 30).

Dengan beridul fitri, kita mesti sadar kalau asal peristiwa kita yaitu tanah : Allah Yang buat sebaik-baiknya semua suatu hal yang Dia buat serta Dia sudah mulai penciptaan manusia dari tanah. (Q. S. AsSajadah ayat 7)

Kita semuanya lahir, hidup serta juga akan kembali dikebumikan ke tanah. Dari bumi Kami membuat anda serta padanya Kami juga akan kembalikan anda untuk dikuburkan serta darinya Kami juga akan menghidupkan anda pada kali yang beda. (Q. S. Thaha ayat 55).

Kesadaran kalau asal peristiwa manusia dari tanah, mesti dapat mengantar manusia mengerti jati dianya. Tanah berlainan dengan api yang disebut asal peristiwa iblis. Karakter tanah stabil, tidak naik-turun seperti api. Tanah menumbuhkan, tidak membakar. Tanah diperlukan oleh manusia, binatang serta tumbuhan — tapi api tidak diperlukan oleh binatang, tidak juga oleh tumbuhan. Bila sekian, manusia harusnya stabil serta berkelanjutan, tidak naik-turun, dan senantiasa berikan faedah serta jadi andalan yang diperlukan oleh selainnya.

Bumi dimana tanah ada, mengedar serta stabil. Allah menancapkan gunung-gunung di perut bumi supaya penghuni bumi tidak oleng – demikian firman-Nya dalam Q. S. An-Nahl ayat 15. Peredaran bumi juga melingkari matahari demikian berkelanjutan! Kehidupan manusia didunia ini juga selalu mengedar, berputar-putar, sekali naik serta sekali turun, sekali suka di kali beda sulit.

Saudara, bila tidak tertancap dalam hati manusia pasak yang berperan seperti peranannya gunung pada bumi, jadi hidup manusia juga akan oleng, kacau berantakan. Pasak yang perlu ditancapkan ke lubuk hati itu yaitu kepercayaan mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa. Tersebut satu diantara sebab kenapa idul fitri diterima dengan takbir.

Kesadaran juga akan hadirnya serta keesaan Tuhan yaitu inti keberagamaan. Tersebut fithrah atau fitri manusia yang atas dasarnya Allah membuat manusia (Q. S. Ar-Rum ayat 30).

Setelah itu karna manusia di ciptakan Allah dari tanah, jadi tidaklah heran bila nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air, adalah fithrah yaitu perasaan manusia. Tanah air yaitu ibu pertiwi yang begitu menyukai kita hingga menghadirkan semua buat kita, kita juga dengan perasaanah mencintainya. Tersebut fithrah, perasaan manusiawi. Oleh karena itu, hubbu al-wathan minal iman, cinta tanah air yaitu manfestasi serta efek keimanan. Tidaklah heran bila Allah menyandingkan iman dengan tanah air (Q. S Al-Hasyr ayat 9).

Seperti menyejajarkan agama dengan tanah air, Allah berfirman : Allah tidak melarang anda berlaku adil (berikan beberapa hartamu) pada siapa saja - walaupun bukanlah muslim— sepanjang mereka tidak memerangi anda dalam agama atau mengusir anda dari negeri anda (Q. S. Al-Mumtahanah ayat 8). Sekian pembelaan agama serta pembelaan tanah air yang disejajarkan oleh Allah.

Saudara, (siapa) yang menyukai suatu hal juga akan memeliharanya, memperlihatkan serta mendendangkan keindahannya dan menyempurnakan kekurangannya bahkan juga bersedia berkorban untuk dia. Tanah air kita, yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, mesti dibuat serta dimakmurkan dan dijaga persatuan serta kesatuannya. Persatuan serta kesatuan yaitu anugerah Allah yg tidak ternilai.

“Seandainya engkau, siapa saja engkau, menafkahkan semua apa yang di bumi untuk mempertautkan hati anggota orang-orang, engkau akan tidak dapat, namun Allah yang mempertautkan hati mereka, ” demikian Firman-Nya dalam Q. S. al-Anfal ayat 63.

Demikian sebaliknya, perpecahan serta tercabik-cabiknya orang-orang yaitu bentuk siksa Allah. Tersebut diantaranya yang di jabarkan Al-Quran menyangkut orang-orang Saba’, negeri yang semula dilukiskan Al-Quran jadi baldatun thayyibatum wa rabbun ghafur, negeri sejahtera yang dinaungi ampunan Illahi tapi mereka durhaka dengan menganiaya diri mereka, menganiaya negeri mereka.

Jadi Kami menjadikan mereka buah bibir serta kami cabik-cabik mereka sepenuh pencabik-cabikan. (Q. S. Saba’ ayat 18).

Saudara, yang dikemukan ayat-ayat diatas yaitu sunatullah. Itu yaitu hukum kemasyarakatan yang kepastiannya sama dengan kepastian “hukum-hukum alam”. Allah berfirman : “Sekali-kali engkau -– siapa saja, kapan serta dimana juga engkau — akan tidak memperoleh untuk sunnatullah satu perubahan juga serta sekali-kali engkau akan tidak memperoleh untuk sunnatullah Allah sedikit penyimpangan juga.

Tersebut yang berlangsung di Uni Soviet serta Yugoslavia serta yang akhirnya mungkin saja yang kita saksikan saat ini di demikian negara di Timur Tengah.

Allahu Akbar, Allah Akbar, Wa Lillahil Hamd.

Saudara-saudara sekalian, Allah berpesan kalau apabila hari raya fithrah tiba, jadi sebaiknya kita bertakbir. 'Kalimat takbir adalah satu prinsip komplit menembus semuanya dimensi yang mengatur semua khazanah fundamental keimanan serta kesibukan manusia. Dia yaitu pusat yang mengedar, di sekitarnya beberapa orbit unisentris sama dengan matahari, yang mengedar di sekitarnya planet-planet tata surya. Di sekitar tauhid itu mengedar kesatuan-kesatuan yg tidak bisa berpisah atau memisahkan diri dari tauhid, seperti perihal planet-planet tata surya — karna apabila berpisah juga akan berlangsung bencana kehancuran.

Kesatuan-kesatuan itu diantaranya. Pertama, kesatuan semua makhluk karna semuanya makhluk meski tidak sama tetapi semuanya di ciptakan serta dibawah kendali Allah. Tersebut “wahdat al-wujud/Kesatuan wujud” – dalam pengertiannya yang sahih.

Ke-2, kesatuan kemanusiaan. Semuanya manusia datang dari tanah, mulai sejak Adam, hingga semuanya sama kemanusiaannya. Semuanya mesti dihormati kemanusiaannya, baik masih tetap hidup ataupun sudah meninggal dunia, walaupun mereka durhaka. Karenanya : Siapa yang membunuh seorang tanpa ada argumen yang benar, jadi dia seperti membunuh semuanya manusia serta siapa yang berikan peluang hidup untuk seorang jadi dia seperti sudah menghidupkan semuanya manusia. “ Q. S. al-Maidah ayat 32

Memanglah bila ada yang manusia yang menebarkan teror, menghindar tegaknya keadilan, meniti jalan yang bukanlah jalan kedamaian, jadi kemanusiaan mesti menghindarnya. Hal semacam ini karena, menurut Q. S. Al-Hajj ayat 40 : Kalau Allah tidak mengizinkan manusia menghindar yang beda lakukan penganiayaan pasti juga akan diruntuhkan biara-biara, gereja-gereja, sinagog-sinagog, serta masjid-masjid, yang disebut beberapa tempat yang di dalamnya banyak dimaksud nama Allah. Namun Allah tidak menginginkan sebagian rubuhnya beberapa tempat peribadatan itu. Karenanya juga kemanusiaan mesti berbentuk adil serta beradab.

Ke-3, di pusat tauhid mengedar juga kesatuan bangsa. Meski mereka berlainan agama, serta suku, berlainan keyakinan atau pandangan politik, mereka semuanya bersaudara, serta berkedudukan sama dari kebangsaan. Karenanya mulai sejak jaman Nabi Muhammad SAW., beliau sudah mengenalkan arti “Lahum Ma Lanaa Wa ‘Alaihim Maa ‘Alaina”. Mereka yg tidak seagama dengan kita memiliki hak kewargaan seperti hak kita golongan muslimin serta mereka juga memiliki keharusan kewargaan seperti keharusan kita.

Serta karenanya juga, pemimpin teratas Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad At-Thayyib, berkata : “Dalam tinjauan kebangsaan serta kewargaannegaraan, tidak lumrah ada arti sebagian besar serta minoritas karna semuanya sudah sama dalam kewargaan negara serta lebur dalam kebangsaan yang sama. "

Kesadaran mengenai kesatuan serta persatuan tersebut yang mengharuskan kita duduk dengan bermusyawarah untuk kemaslahatan serta tersebut arti “kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawatan perwakilan”'

Saudara, kesadaran mengenai persamaan serta kebersamaan itu adalah satu diantara sebab kenapa dalam rangkaian idul fithri, tiap-tiap muslim berkewajiban menunaikan zakat fitrah yang disebut lambang kepedulian sosial dan usaha kecil dalam menebarkan keadilan sosial. Terkecuali kesatuan-kesatuan diatas, banyak yang beda, seperti : kesatuan suami isteri, yaitu meski mereka berlainan type kelamin tetapi mereka mesti menyatu. Tak ada sekali lagi yang berkata “saya” namun “kita”, karna mereka keduanya sama hidup, keduanya sama cinta dan keduanya sama menuju maksud yang sama.

Pada akhirnya, walaupun bukanlah yang paling akhir, butuh juga dimaksud kesatuan jati diri manusia yang terbagi dalam ruh serta jasad. Penyatuan jiwa serta raga, mengantar “binatang cerdas yang menyusui” ini jadi manusia utuh hingga tidak berlangsung pembelahan pada keimanan serta pengamalan, tidak juga pada perasaan serta tingkah laku, perbuatan dengan moral, idealitas dengan kenyataan. Walau demikian, semasing adalah sisi yang sama-sama lengkapi. Jasad tidak menaklukkan ruh serta ruh juga tidak menghadang keperluan jasad.

Kecenderungan individu memperkukuh keutuhan kolektif serta kesatuan kolektif mensupport kebutuhan individu. Pandangan bukan sekedar terpaku di bumi serta tidak juga cuma mengawang-awang di angkasa. Sekian tersebut manusia yang ber-‘idul fithri, yang kembali pada asal peristiwanya.

Anda temukan dia teguh dalam kepercayaan. Teguh namun bijaksana, selalu bersih walaupun miskin, irit serta simpel walaupun kaya, murah hati serta murah tangan, tidak mengejek serta tidak menghina, tidak menebar fitnah tidak menuntut yang bukanlah haknya serta tidak menahan hak orang yang lain.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil Hamd.

Saudara, kitab suci Al-Qur’an menguraikan kalau sebelumnya manusia ditugaskan ke bumi, Allah memerintahkannya transit terlebih dulu di surga. Itu ditujukan supaya Adam serta ibu kita Udara peroleh pelajaran bernilai disana. Di surga, hidup berbentuk sejahtera. Disana, menurut Al-Qur’an Surah Thaha ayat 118-119, " ada sandang, papan serta pangan yang disebut tiga keperluan pokok manusia. Disana juga tidak terdengar, jangankan ujaran kebencian, perkataan yg tidak berguna juga tak ada wujudnya. Yang ada cuma damai… damai serta damai.

Infografik Transit Khotbah Quraish


Mereka tidak mendengar di dalamnya pengucapan yang percuma serta tidak juga yang menyebabkan dosa, walau demikian perkataan salam sekali lagi sejahtera. (Q. S. Al-Waqiaah ayat 25-26).

Kondisi sekian, dihadapi oleh manusia moderen pertama itu, bukanlah saja supaya bila mereka tiba di pentas bumi mereka rindu pada surga hingga berupaya kembali pada sana, namun juga supaya berupaya wujudkan bayang-bayang surga itu dalam kehidupan di bumi ini, yaitu hidup sejahtera, tercukupi keperluan pokok tiap-tiap individu, dalam situasi damai, bebas dari rasa takut yang mencekam, bebas juga dari rasa sedih yang berlarut. '

Saudara! Di surga juga keduanya hadapi tipu daya iblis serta alami kepahitan karena memperturutkannya. Sesaat pakar berkata kalau kata “iblis” terbawa dari bhs Yunani Kuno yaitu Diabolos, yang bermakna " sosok yang memfitnah, yang memecah belah ". Iblis memfitnah Tuhan dengan berkata kalau Allah tidak melarang Adam serta pasangannya mencicipi buah terlarang, terkecuali karna Allah malas keduanya jadi malaikat atau hidup abadi (Q. S. Al-’Araf ayat 20). Iblis memfitnah, memecah belah, serta menanamkan prasangka jelek.

Dengan beridul fitri, kita sebaiknya sadar mengenai peran Iblis serta pengikut-pengikutnya dalam menebar luaskan fitnah serta hoax dan menanamkan perilaku jelek dan untuk memecah belah persatuan serta kesatuan.

Saudara, Al-Qur’an menggambarkan kalau meyakini ujaran Iblis, menyebabkan tanggalnya baju Adam serta Udara. (Q. S. Al-araf ayat 27). Baju yaitu hiasan, baju juga menandai jati diri serta membuat perlindungan manusia dari sengatan panas serta dingin sembari menutupi sisi yang malas dipertunjukkan. Sepanjang bln. puasa ini, kita menenun baju takwa dengan nilai-nilai mulia.

Nilai yang sudah disetujui oleh bangsa kita yaitu nilai-nilai yang bersumber dari agama serta budaya bangsa yang tersimpul dalam Pancasila. Tersebut baju kita jadi bangsa. Tersebut yang membedakan kita dari bangsa-bangsa beda. Tersebut hiasan kita serta itu juga yang dengan menghayatinya kita bisa terproteksi — atas pertolongan Allah — dari bermacam sengatan panas serta dingin, dari bermacam bahaya yang mengganggu eksistensi kita jadi bangsa.

Allah berpesan : Janganlah jadi seperti seseorang wanita hilang ingatan dalam narasi lama yang mengubah kembali tenunannya sehelai benang untuk sehelai sesudah ditenunkannya (Q. S. An Nahl ayat 92).

Saudara-saudara, beberapa ‘Â’idîn serta ‘Â’idât, percayalah kalau kita mempunyai nilai-nilai mulia yang bisa mengantarkan kita ke harapan proklamasi. Namun nampaknya kita kurang dapat merekat nilai-nilai itu dalam diri serta kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai berikut yang membuat kepribadian anggota orang-orang ; makin masak serta dewasa orang-orang, makin mantap juga pengejawantahan nilai-nilai itu. Orang-orang yang sakit yaitu yang meremehkan nilai-nilai itu.

Ada orang atau orang-orang yang sakit tapi tidak mengerti kalau dia sakit. Sayyidina Ali sempat berucap menggambarkan kondisi seorang atau orang-orang : “Penyakitmu dikarenakan oleh tingkahmu tapi engkau tidak saksikan obatnya berada di tanganmu tapi engkau tidak sadar. ”

Kondisi yang lebih kronis yaitu tahu dianya sakit, obat juga sudah dipunyainya, tapi obatnya dia buang jauh-jauh. Mudah-mudahan bukanlah kita yang sekian.

Pada akhirnya, mari kita menjadikan ‘idul fithri, jadi momentum untuk membina serta memperkukuh ikatan kesatuan serta persatuan kita, menyatupadukan jalinan kasih sayang pada kita semuanya, sebangsa serta setanah air.

Mari dengan hati terbuka, dengan dada yang lega, serta dengan muka yang jernih, dan dengan tangan terulurkan, kita sama-sama memaafkan, sembari mengibarkan bendera as-Salâm, bendera kedamaian di tanah air terkasih, bahkan juga di semua penjuru dunia.

“Ya Allah, Engkaulah as-Salâm (kedamaian), dari-Mu bersumber as-Salâm, serta kepada-Mu juga kembalinya. Hidupkanlah kami, Ya Allah, didunia ini dengan as-Salâm, dengan aman serta damai, serta masukanlah kami nantinya di negeri as-Salâm (surga) yang penuh kedamaian. Maha Suci Engkau, Maha Mulia Engkau, Yâ Dzal Jalâli wal Ikrâm.

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بفهمه إنه هو البر الرحيم

Khutbah II

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر 
الحمد لله أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بدوها وقراها, بلدانها وهدنها.
الله أكبر أما بعد: إخوانى الكرام! استعدوا لجواب ربكم متى تخشع لذكر الله متى نعمل بكتاب الله ؟ قال تعالى ياأيها الذين أمنوا استجيبوا لله ولرسوله إذا دعاكم لما يحييكم واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه وأنه إليه تخشرون.
الله أكبر. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى أل محمد, كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.
الله أكبر. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى وأعمال هى تبور. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
الله أكبر. عباد الله! إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يشكركم. ولذكر الله أكبر

Niat Puasa Ramadhan 2019, Do'a Berbuka Puasa, Niat Shalat Tarawih Dan Witirnya

Sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci ramadhan, maka dengan itu kita harus memprsiapkan diri untuk segalanya mulai dari fisik jismani, rohani, mental dan juga kesehatan. karna yang namanya puasa ialah ibadah yang mana harus menahan hawa nafsu ( kemauan ) mulai dari makan dan minum. tidak sedikit orang yang tak mampuh untuk melaksanakannya dengan dalih kesehatan yang tidak setabil. maka dengan itu perlu kita siapkan kesehatan yang maksimal karna ibadah puasa bulan ramadhan ini ialah ibadah yang husus yang mana tidak ada bulan yang didalamnya terisi penuh dengan puasa satu bulan penuh.


 Sebelum kita membahas tentang niat puasa bulan ramadhan, Do'a berbuka puasa, niat shalat tarawih dan juga niat shalat witir maka ada baiknya kita membahas tentang niat. Niat puasa bulan ramadhan itu terbagi daripada dua bagian.
yang pertama ialah niat puasa menurut Madhab Imam Syafi'i
yang kedua niat puasa menurut Madhab Imam Maliki

Adapun niat puasa menurut mdhab imam Syafi'i ialah harus dilakukan setiap malam dan apabila lupa mengucapkan atau meng i'tiqodkan dalam hati pada malam harinya maka puasanya tidaklah jadi karna tidak berniat puasa dan harus dilakukan sebelum terbit fazar.
yang kedua menurut versi madhab imam maliki ialah niat puasa di bulan ramadhan tidaklah harus di bacakan di setiap malam, cukup dalam satu bulan mengucapkan niatnya satu kali pada awalan hari pertama berpuasa dan harus di lafazdkan sebelum terbit fazar.

Bagaimana cara menyikapinya...? itu dikembalikan pada madhab perorangan. apabila kita pengamal madhab imam syafi'i maka amalkan seperti yang di contonhkan imam syafi'i. dan apabila kita pengamal amalan madhab imam maliki maka amalkan sesuai madhabnya
adapun sebagian pendapat para ulama tentang niat puasa bulan ramadhan boleh di amalkan keduanya dengan dalil Lidhorurotin karena madorot takutnya kehilafan ( lupa ) dalam mengucapkan lapazd niat puasa ramadhan dan hukumnya syah

Lihat juga Jadwal sholat imsyakiah dan Khutbah Idul Fitri yang lagi populer bikin mustami meneteskan air mata

Berikut niat puasa menurut madhab Imam Syafi'i 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya : saya niat puasa di esok hari untuk menunaikan puasa di bulan ramadhan tahun ini lillahi ta'ala dengan taqlid pada imam syafi'i

Berikut niat puasa untuk satu bulan penuh menurut madhab Imam Maliki

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya : saya niat puasa selama satu bulan penuh pada tahun ini lillahi ta'ala dengan taqlid pada Imam Maliki

Do'a berbuka puasa

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya : Ya Allah karnamu aku berpuasa, kepadamu aku beriman, kepadamu aku berserah diri, dengan rizqimu aku berbuka puasa dengan mengharap rahmatmu yang maha pengasih lagi maha penyayang

Niat Shalat tarawih sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Saya niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karna allah ta'ala

Niat Shalat tarawih sebagai ma'mum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Saya niat Shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai ma'mum karna allah ta'ala

Niat Shalat tarawih dikerjakan sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Saya niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karna allah ta'alla

Shalat witir : pengertian daripada witir ialah Shalat yang bilangannya ganjil yang mana keseluruhannya ialah sebelas rakaat. adapun kebanyakan yang melaksanakannya ialah cuma 3 rakaat itupun di tergantungkan pada kemampuan orang yang melaksanaannya, lebih bagus ya 11 rakaat jikalu mampuh 

Niat Shalat witir satu rakaat

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Saya niat shalat witir satu rakaat dengan menghadap kiblat karena allah ta'alla

Niat Shalat witir dua raka'at

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Saya niat shalat witir dua rakaat dengan menghadap kiblat karena allah ta'alla

Sekian yang dapat admin rangkum daripada tatacara niat puasa di bulan ramadhan tahun 2018,  do'a niat berbuka puasa, niat shalat tarawih dan niat shalat witir terlengkap mulai daripada Arab danlatinnya secara lengkap. semoga dapat bermanfaat dan juga menjawab semua pertanyaan dan keraguan dalam hati anda

apabila artikel ini berguna dan berfanfaat tolong bagikan biar yang lain tau dan kita dapat pahala yang lebih besar karna dalam satu hadist di katakan man dala ala khoirin palahu ajru mistluhu barang siapa yang menunjukan pada satu kebaikan maka baginya pahala yang setimpal seperti yang melaksanakannya.

Bacaan Lafadz Doa Sebelum Tidur dan Doa Setelah Bangun Tidur Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Lafadz Doa Sebelum Tidur dan Doa Setelah Bangun Tidur Bahasa Arab, Latin dan Artinya - Asalamualaikum segala puji bagi allah tuhan semesta alam yang telah menciptakan langit dan bumi,sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada baginda kita nabi besar muhammad saw,pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan berbagi dengan pengunjung semua tentang doa sebelum tidur atau dengan kata lain doa tidur,yang tentunya yang akan kami tulis yaitu doa tidur menurut agama islam,dalam agama islam segala perbuatan itu harus selalu di awali dengan doa karena islam itu indah mau tidur siang atau malam terutama malam jangan sampai lupa panjatkan doa tidur malam.

Kita sebagai umat nabi jangan sampai meninggalkan akan sunah-sunahnya terutama yang sedang kami bahs ini yaitu doa akan tidur atau dengan kata lain bacaan doa tidur atau kata lain lagi doa hendak tidur yang pastinya yang akan kami tulis ini doa mau tidur dalam tulisan arab dan bukan cuma bacaan sebelum tidur saja yang akan kami tuli tapi kami tulis juga doa sesudah tidur.dan dengan kata lain untuk gampang di cari oleh pengunjung supaya visitor saya banyak yaitu kata bacaan doa sebelum tidur doa menjelang tidur, sunnah nabi sebelum tidur, doa bagun tidur, doa sebelum tidur bahasa arab, doa sebelum tidur malam, doa doa sebelum tidur, mau tidur, doa tidak bisa tidur.

Tidur dalam islam di ibaratkan mati sehingga kita harus selalu meminta kepada allah akan keselamatan dunu dan ahirat dengan melakukan dzikir sebelum tidur dan jangan lupa kita panjatkan doa setelah bangun tidur atau lagi doa sesudah bangun tidur dan banyak lagi sunnah sebelum tidur yang saya tidak ketahui untuk lebih lengkapnya anda harus pergi ke pesantren2 seperti almunawwar supaya nda tau lebih banyak lagi jangan cuma tau baca doa tidur saja atau doa mau tidur islam, doa sebelum tidur tulisan arab doa menjelang malam.

http://waliyuloh.blogspot.co.id/

Berikut ini kami tulis dengan lengkap doa sebelum tidur menurut agama islam

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ 

BISMIKAL LOOHUMMA AHYAA WA AMUUTU Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati.

Dengan membaca doa diatas ketika akan tidur, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menjaga tidur kita hingga fajar tiba. Dan kemudian bangun, seraya membaca doa bangun tidur berikut ini :

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

AL HAMDU LILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAA TANAA WA ILAIHIN NUSYUUR

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan

kawan-kawan, itulah bacaan doa ketika akan tidur dan lafadz doa ketika bangun dari tidur yang dapat saya bagikan pada kesempatan kali ini. Di lain waktu Insya Allah akan berbagi lagi dengan doa-doa yang lainnya maka anda semua jangan bosan-bosan untuk berkunjung dengan blog kami ini terimakasih

Bacaan Lafadz Doa Keluar Masuk Masjid Bahasa Arab Dan Latin Lengkap Dengan Artinya

Bacaan Lafadz Doa Keluar Masuk Masjid Bahasa Arab, Latin dan Artinya - Assalamu'alaikum. Kalau anda mau ke masjid, jangan lupa membaca doa masuk masjid, baik itu doa saat menuju ke masjid atau doa saat masuk masjid serta doa ketika keluar masjid. Karena doa-doa tersebut sangat dianjurkan untuk selalu dikerjakan secara istiqomah setiap hari.

Banyak keberkahan yang akan Anda peroleh jika setiap perbuatan Anda disertai dengan doa. diantara manfaat yang langsung dapat dirasakan yaitu hati terasa tentram, karena selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lainnya.

Seperti pada postingan kali ini, bahwa pada blog ini kami akan menyajikan Doa ketika akan masuk masjid serta doa ketika keluar dari lengkap bahasa arab, tulisan latin dan artinya.

http://waliyuloh.blogspot.co.id/

Bacaan Doa Masuk Masjid Bahasa Arab, Latin dan Artinya

اَللهُمَّ افْتَحْ لِىْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

ALLOOHUMMMAF TAHLII ABWAABA ROHAMTIKA

Artinya :
Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu

Bacaan Doa Keluar Masjid Bahasa Arab, Latin dan Artinya

اَللهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

ALLOHUMMA INNII AS-ALUKA MIN FADLIKA

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan dari-Mu


Demikianlah yang dapat kami tulis pada artikel ini yaitu Doa masuk masjid dan doa ketika keluar dari masjid sangat singkata sekali. Namun, memiliki makna yang sangat mendalam. Jika teman-teman belum hafal dengan doanya, silakan ya dipelajari dan dihafalkan lafadz doa ketika masuk/keluar dari masjid yang sudah kami paparkan diatas. Semoga dapat mengamalkannya.